Rabu, 25 Januari 2017

aku ingin bersama selamanya



Ketika tunas ini tumbuh
Serupa dengan tubuh yang mengakar
Setiap nafas yang terhembus adalah kata

Angin, debur dan emosi bersatu dalam jubah berpautan
Tangan kita terikat ..... Lidah kita menyatu 
Maka setiap apa yg terucap adalah sabda yang menyatu 
Hah diluar itu pasir .... Di luar itu debu 

Hanya angin meniup saja lalu terbang hilang tak ada
Tapi kita tetap menari .menari cuma
Kita yang tau

Jiwa ini tandu ..... Maka kita duduk saja
Maka akan kita bawa .. Semua
Karena kita adalah satu

tentang seseorang





Kau lari ke hutan, kemudian menyanyi ku
Kau lari ke pantai, kemudian teriakku
Sepi- sepi dan sendiri
Aku
Benci

Aku ingin bingar
Aku ingin ke pasar
Bosan aku dengan penat
Dan enyah saja kau pekat
Seperti berjelaga jika ku sendiri

Pecahkan saja gelasnya biar ramai
Biar mengaduh sampai gaduh
Ada malaikat menyulam jaring laba laba belang
Di tembok keraton putih
Kenapa kau tidak goyangkan saja loncengnya , biar terdera
Atau aku harus lari ke hutan , tau belok ke pantai ??

Ada apa dengan cinta




Perempuan datang atas nama cinta
Bunda pergi karena cinta
Digenangi air racun jingga adalah wajah mu
Seperti bulan lelap tidur di hatimu
Yang berdinding kelam dan kedinginan 

Ada apa dengannya ..
Meninggalkan hati untuk di caci
Lalu sekali ini aku melihat karya surga 
Dari mata seorang hawa 

Ada apa dengan cinta
Tapi aku pasti akan kembali
Dalam satu purnama 
Untuk mempertanyakan kembali cintanya 
Bukan untuknya , bukan untuk siapa 
Tapi untukku 
Karena aku ingin kamu ,itu saja